Advertorial

Menuju Zero BABS, Pemkab Serang Percepat Sanitasi Lewat Kolaborasi dan Pembangunan MCK

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan percepatan eliminasi praktik buang air besar sembarangan (BABS) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta pembangunan sarana sanitasi di masyarakat.

Upaya tersebut disampaikan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat membuka Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Aston Anyer Beach Hotel, Senin, 6 April 2026.

Ratu Zakiyah menegaskan, meski capaian penurunan perilaku BABS menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir, pemerintah daerah tetap akan mengakselerasi intervensi agar target bebas BABS dapat segera tercapai.

“Masih ada sekitar 60 desa yang belum bebas dari praktik ini. Maka intervensi akan terus kita lakukan secara masif,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam penyediaan sarana sanitasi. Namun demikian, Pemkab Serang akan menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mempercepat pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan jamban keluarga.

“Kita dorong kolaborasi dengan para pengusaha agar bisa membantu pembangunan MCK bagi masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak,” jelasnya.

- advertisement -

Saat ini, dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang, baru 15 kecamatan yang dinyatakan bebas dari praktik BABS. Namun, Ratu Zakiyah optimistis target zero BABS dapat tercapai sebelum akhir masa jabatannya.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat, perangkat desa, hingga tokoh lingkungan.
“Ini kerja bersama. Kepala desa, RT/RW, dan seluruh elemen harus terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jika sebelumnya hanya sekitar 20 persen masyarakat yang tidak melakukan BABS, kini angkanya meningkat menjadi 80 persen.

“Ini kemajuan yang sangat baik. Namun memang membangun fasilitas sanitasi tidak mudah karena membutuhkan biaya, sehingga perlu dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Melalui percepatan pembangunan sanitasi, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkab Serang optimistis kualitas kesehatan masyarakat akan semakin meningkat sekaligus menekan risiko penyakit berbasis lingkungan. (Adv)

Rekomendasi untuk Dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majalah Republik