Sudah Ada Study Kelayakan, Kawasan Pelabuhan Terpadu Lontar Menunggu Tahap Pembangunan

SERANG – Rencana Pemerintah Kabupaten Serang membangun Kawasan Pelabuhan Terpadu Lontor di Kecamatan Tirtayasa kini tinggal menunggu tahap pembangunan yang akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman (DPUPR) Kabupaten Serang.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pelayaran dan Penerbangan Dinas Perhubungan Kabupaten Serang, Asep Sae, bahwa terkait feasibility study (FS) atau studi kelayakan untuk rencanan pemabangunan Kawasan Pelabuhan Terpadu Lontar di Kecamatan Tirtayasa tersebut sudah selesai.
“Study kelayakannya sudah tinggal menunggu tahap pembangunannya oleh Dinas PUPR,” ujar Asep Sae, Kamis, 17 Juli 2025.
Dalam Pembangunan Pelabuhan tersebut, Asep mengatakan yang dilakukan oleh Dishub Kabupaten Serang salah satunya adalah melaksanakan kegiatan FS atau studi kelayakan.
“Di dalamnya ada tiga komponen yang dilakukan, yaitu rencana induk pelabuhan (RIP), daerah lingkungan kerja (DLKr), dan daerah lingkungan kepentingan (DLKp),” paparnya.
Lebih lanjut, Asep mengatakan bahwa Pembangunan pelabuhan ini dilakukan atas dasar kebutuhan masyarakat sekitar untuk mempersingkat waktu perjalanan. Dimana selama ini masyarakat untuk sampai ke Pulau Tunda itu harus melalui Pelabuhan Karangantu yang merupakan wilayah Kota Serang dan rutenya menjadi sangat jauh.
“Karena di Lontar ini lokasinya strategis untuk dijadikan tempat mobilitas masyarakat untuk menyebrang ke Pulau Tunda, dan bisa menghemat waktu 1-2 jam. Selain itu juga bisa menunjang ekonomi masyarakat dengan potensi pariwisata yang ada,” ujar Asep Sae
Dijelaskannya, sesuai rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL) yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pada Bidang Tata Ruang bahwa Desa Lontar ditetapkan sebagai Pelabuhan pengumpan lokal.
“Agar Desa Lontar sebagai pelabuhan pengumuman lokal dapat dikelola oleh Dishub, sebagai penyelenggara pelabuhan harus mempersiapkan secara administrasi yang dibutuhkan dan saat ini studi kelayakan sudah ada,” ujarnya. (ADV)







