Kanwil Kemenkum Bali Bekali Peserta Magang Nasional dengan Etika, Disiplin, dan Profesionalisme

Denpasar,– Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali mengikuti Rapat Pengarahan Peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch II Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring, Senin (21/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dharmawangsa Kanwil Kemenkum Bali tersebut diikuti oleh Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Isya Nalapraja, bersama para Analis SDM Aparatur di lingkungan Kanwil Kemenkum Bali.
Dalam arahannya, Analis SDM Aparatur Ahli Madya Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum, Nurhadi, menyampaikan sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan peserta selama menjalani program pemagangan. Peserta diimbau untuk mengenakan pakaian kerja sesuai ketentuan, yakni warna putih dan hitam, serta senantiasa menjaga sikap, etika, dan kesopanan selama berada di lingkungan kerja.
Selain kedisiplinan, peserta juga diingatkan untuk menjaga nama baik Kementerian Hukum, termasuk dalam aktivitas di media sosial. Kerahasiaan data dan informasi yang diperoleh selama pelaksanaan pemagangan juga menjadi hal yang harus dijaga.
Para peserta mendapatkan hak untuk memperoleh bimbingan dan pengawasan dari mentor, kesempatan melaksanakan praktik kerja sesuai jabatan yang dipilih, uang saku, fasilitas jaminan sosial, serta sertifikat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pemagangan sesuai ketentuan.
Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch II Tahun 2026 akan dilaksanakan selama enam bulan dan dilengkapi dengan proses evaluasi oleh mentor. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan terukur, peserta diwajibkan melakukan absensi serta mengisi jurnal kegiatan harian sebagai bentuk pencatatan dan pertanggungjawaban atas aktivitas yang dilaksanakan selama mengikuti program.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Isya Nalapraja turut mengingatkan peserta pemagangan di lingkungan Kanwil Kemenkum Bali agar memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan praktis sekaligus membangun budaya kerja yang disiplin dan profesional.
Menurutnya kepatuhan terhadap ketentuan, kedisiplinan dalam melaksanakan tugas, serta komunikasi yang baik dengan mentor menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman pemagangan yang optimal.(Red)







