Para Imam Besar Dunia Akan Berkumpul di Indonesia, Ini Rangkaian Kegiatannya

Jakarta, (Kemenag) — Para imam besar dari berbagai negara akan berkumpul di Indonesia dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 pada 25–28 September. Rangkaian kegiatan yang disiapkan berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta, mulai dari dialog dan doa perdamaian, ambassador gathering, diskusi panel, hingga breakout session.
“Jadi kita akan mengajak para peserta melakukan semacam wisata spiritual di lingkungan masjid, kita akan memperkenalkan terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Katedral, dengan keindahan yang berada di dalamnya. Kemudian juga tempat-tempat lain. Juga ada dialog dan doa perdamaian, dilakukan bersama-sama,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rabu (23/9/2026).
Pada 25 September, rangkaian IGIC dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta. Agenda yang disiapkan meliputi dialog dan doa perdamaian, ceramah umum dan ceramah spiritual, serta ambassador gathering yang mempertemukan para duta besar dan delegasi luar negeri dengan peserta konferensi. Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan makan siang bersama dan gala dinner.
“Kita akan saling memperkenalkan para ambassador dari berbagai negara untuk bicara dan mendiskusikan tentang hal yang kita sebut dengan Religious Diplomacy atau Diplomacy Spiritual. Dan mudah-mudahan nanti juga bisa menjadi referensi yang bagus untuk dijadikan wacana di kalangan diplomat kita,” ungkap Menag.
Pada 26 September, kegiatan berlanjut di Hotel Bidakara melalui opening ceremony pukul 08.30–10.00 WIB, dilanjutkan diskusi panel pukul 10.30–17.00 WIB. Tiga panel yang disiapkan membahas Masjid Harmony and Religious Diplomacy, Global Peace, dan Potensi Ekonomi Kemasjidan, dengan menghadirkan pakar internasional serta pembicara dari kalangan Muslim dan non-Muslim.
“Tanggal 26 September itu ada opening ceremony, dilakukan di Hotel Bidakara. Kemudian ada diskusi panel, di situ juga temanya itu adalah Masjid Harmony dan Religious Diplomacy. Kita mengundang para pakar-pakar internasional dan juga mungkin nanti ada pembicara-pembicara lain dari non-Muslim yang ikut memberikan kontribusi terhadap acara kita, ada juga pembahasan terkait Global Peace, kemudian juga ada potensi ekonomi kemasjidan,” tutur Menag.
Pada 27 September, rangkaian IGIC berlangsung di Hotel Grand Sahid Jakarta melalui breakout sessiondengan tema Masjid Harmony, Religious Diplomacy, Global Peace, dan International Grand Imams Forum. Agenda dilanjutkan dengan pembahasan dan penyusunan Jakarta Understanding, pembentukan International Grand Imam Forum, serta closing ceremony.
Sebelum konferensi utama, rangkaian Bridging to IGIC juga telah dilaksanakan di lima provinsi, yakni Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi menuju IGIC dan diisi antara lain dengan seminar internasional tentang kemasjidan, istighatsah, serta tabligh akbar.(Red)
–







