DPRD Kota Serang Nilai Pasar Jedogan Punya Potensi Besar Dongkrak Ekonomi Rakyat

KOTA SERANG — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Muji Rohman, mengapresiasi tingginya perputaran ekonomi di Pasar Jedogan yang mencapai sekitar Rp3 miliar. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan besarnya potensi ekonomi masyarakat, khususnya dari sektor perdagangan musiman menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurut Muji Rohman, fenomena Pasar Jedogan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang signifikan. Aktivitas jual beli yang berlangsung mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para pedagang dan pelaku usaha kecil.
“Perputaran ekonomi keuangannya itu sampai dengan di angka Rp3 miliar, itu sangat luar biasa. Ini menunjukkan daya beli masyarakat masih kuat dan tradisi lokal bisa menjadi kekuatan ekonomi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, Pasar Jedogan merupakan tradisi khas masyarakat Kota Serang yang rutin digelar menjelang Lebaran. Tradisi ini identik dengan aktivitas berburu pakaian Lebaran dengan harga terjangkau, yang menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan.
Secara etimologis, kata “Jedogan” berasal dari Bahasa Jawa Serang (Jaseng) yang berarti berhimpitan atau bergerombol. Hal ini menggambarkan kondisi pasar yang dipadati pembeli yang saling berdesakan demi mendapatkan barang yang diincar.
Muji menilai, tingginya antusiasme masyarakat terhadap Pasar Jedogan harus direspons dengan dukungan kebijakan yang tepat. DPRD Kota Serang, kata dia, mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan penataan, keamanan, dan kenyamanan lokasi pasar musiman tersebut.
“Kami di DPRD tentu mendukung agar kegiatan seperti ini difasilitasi dengan baik, baik dari sisi infrastruktur, pengaturan lalu lintas, maupun keamanan. Sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman dan pedagang juga mendapatkan manfaat maksimal,” jelasnya.
Selain itu, ia juga berharap Pasar Jedogan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari potensi ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan pengelolaan yang baik, tradisi ini diyakini mampu menjadi agenda tahunan yang tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas daerah.
“Ini bukan hanya soal jual beli, tapi juga bagian dari kearifan lokal yang harus dijaga. Kalau dikelola dengan baik, Pasar Jedogan bisa menjadi ikon ekonomi sekaligus budaya Kota Serang,” pungkasnya. ***





