Geger! Ratusan Siswa Keracunan MBG di Karo, suara Sirine Ambulance Sahut Sahutan Saat Evakuasi Dan Rumah Sakit Penuh.

Karo,Ratusan siswa-siswi dua sekolah di Berastagi di Kabupaten Karo mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8) siang. SMA Negeri 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama Berastagi mendadak gempar.
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan lingkungan sekolah dan warga sekitar. Puluhan ambulans, mobil pribadi hingga angkutan umum keluar-masuk kawasan sekolah untuk mengevakuasi ratusan siswa yang keracunan.
Informasi sementara yang dihimpun, jumlah siswa yang terdampak diperkirakan mencapai berkisar 300 orang. Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Amanda Berastagi, RS Efarina, Puskesmas dan RSU Kabanjahe untuk mendapatkan penanganan medis.
Para korban mengalami pusing, mual, sakit perut, muntah, badan terasa terbakar dan gatal-gatal setengah jam pasca menyantap menu MBG berupa ikan dencis sambal dan tahu. Keluhan secara bersamaan yang dirasakan para korban sontak mengagetkan para guru. Kehebohan dan kepanikan pun tak terhindarkan.
Saat itu juga, puluhan ambulance berdatangan ke sekolah mondar mandir sehingga sirinenya bergema sahut menyahut di sepanjang jalan kabanjahe – Berastagi. Karena kekurangan armada, kendaran warga yang melintas, termasuk mobil pribadi dan angkot turut digunakan untuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit.
Situasi di sekolah, khususnya di SMA Negeri 1 Berastagi semakin riuh ketika para orang tua siswa berdatangan untuk memastikan kondisi dan keberadaan anak-anak mereka. Para orangtua terlihat panik dan yang menjerit histeris karena belum bertemu dengan anaknya.
Untuk meredam situasi, pihak sekolah meminta para wali murid melakukan pendataan terhadap siswa yang menjadi korban, termasuk memastikan rumah sakit tempat mereka mendapatkan perawatan. Para orang tua juga diminta berkoordinasi dengan wali kelas masing-masing guna memperoleh informasi terbaru mengenai keberadaan dan kondisi siswa.
Kondisi di sekitar sekolah semakin padat karena peristiwa tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan pawai menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat PAUD, TK dan SD se-Kota Kabanjahe dan Berastagi. Hingga pukul 15.56 WIB, proses evakuasi dan penanganan terhadap para siswa masih berlangsung. Kepadatan warga dan orang tua siswa yang memadati kawasan sekolah turut menyebabkan arus lalu lintas jalur Berastagi-Kabanjahe mengalami kemacetan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, bersama unsur Forkopimda telah berada di lokasi untuk memantau sekaligus memastikan proses evakuasi dan penanganan para siswa berjalan lancar. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan medis.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan l peristiwa itu terjadi saat makan siang. Terdapat 265 murid yang mengalami keracunan dengan rincian, SMAN 1 Berastagi sebanyak 202 orang korban, SMA Swasta Bersama 25 orang dan SMK Swasta Bersama 38 orang dan Siswa SMP yang belum terdata.
Zulkarnain menjelaskan jika menu MBG hari ini adalah sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Ia menduga penyebab keracunan dari gulai ikan. Dugaan sementara, penyebab keracunan berasal dari ikan dencis.
Para siswa mengalami gejala awal mulut gatal-gatal. Selain itu, kulit murid juga gatal hingga sesak. Selain 265 siswa SMA/SMK, ada juga dari 2 SMP yang mengalami keracunan, yaitu SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.
“Dapurnya sama, Depan Kodim 0205, tapi data siswa SMP yang jadi korban belum terdata,” ujarnya. Hingga berita ini dilansir, ratusan siswa yang jadi korban keracunan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
##Tidak Ada yang Mengkhawatirkan
Bupati Karo Antonius Ginting mengaku ia dan unsur Forkopimda telah mengecek seluruh siswa mendapat perawatan di tiga rumah sakit. Dari ratusan siswa yang keracunan, kondisinya tidak ada yang mengkawatirkan. “Yang paling penting, sampai saat ini kondisi (kesehatan) anak-anak kita tidak ada yang mengkawatirkan,” tegasnya.
Antonius belum bisa memastikan penyebab dari keracunan itu. “Penyebabnya masih diteliti. Nanti ke depan kita akan melakukan evaluasi. Namun yang pasti tidak ada masalah yang serius terhadap anak-anak kita,”ujar ya. Bupati juga menegaskan tidak akan membebankan biaya perobatan terhadap orang tua siswa. Bahkan menegaskan, besok Jumat (14/8) pihaknya akan memggelar apel di SMA Negeri 1 Berastagi.(Pmg)







