Olahraga

19 Agenda Besar, 679 Peserta: Cara Kemenpora Siapkan SDM Olahraga Berstandar Dunia

Jakarta,Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga melalui program pelatihan dan sertifikasi tenaga keolahragaan sepanjang tahun 2026.

Program ini dilaksanakan melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga keolahragaan pada jenjang nasional dan internasional, khususnya bagi cabang olahraga Olimpiade/Paralimpiade dan unggulan, dengan melibatkan federasi olahraga nasional maupun internasional.

Hingga September, sebanyak 514 peserta telah mengikuti 16 program di tingkat nasional maupun internasional. Jika ditambah tiga agenda yang dijadwalkan pada Oktober, totalnya menjadi 19 agenda dengan 679 peserta.

Program tersebut mencakup pelatih, wasit-juri, serta tenaga pendukung olahraga. Rangkaian kegiatan dimulai pada Mei melalui Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Fisik Level Nasional Wilayah Barat di Solo pada 19–22 Mei dengan 45 peserta.

Pada periode yang sama, Kemenpora menggelar Pelatihan Wasit Taekwondo Level Nasional di Solo yang diikuti 30 peserta. Memasuki Juni, Pelatihan Pelatih Judo Level Nasional berlangsung di Jakarta dengan 30 peserta. Di Serpong, Kemenpora mengadakan Pelatihan Pelatih Angkat Besi Nasional Level 1 dengan 30 peserta yang memasuki tahap penugasan.

Pada akhir Juni hingga awal Juli, kegiatan berlangsung di beberapa daerah. Di Makassar, Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Fisik Level Nasional Wilayah Timur diikuti 30 peserta. Pada waktu yang sama, Pelatihan Pelatih Voli Pantai Level Nasional diikuti 31 peserta.

- advertisement -

Di Jakarta, Pelatihan Pelatih Menembak Level Nasional diikuti 30 peserta. Kemenpora juga menggelar Pelatihan Pelatih Fisik Level Nasional dan Pelatihan Pelatih Panahan Level Nasional. Masing-masing diikuti 30 peserta.

Kegiatan kemudian berlanjut ke tingkat internasional. Pada 21–26 Juli, Pelatihan Pelatih Basket 3×3 Level Internasional diikuti 45 peserta. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan event FIBA 3×3 Challenger di Batam sehingga para peserta dapat melakukan praktik lapangan sebagai pelatih. Pelatihan ini juga menghadirkan instruktur dari FIBA, yakni Gilles Martin dan Karim Souchu.

Berikutnya, Pelatihan Pelatih Renang Level Internasional berlangsung di Bali pada 2–8 Agustus dengan 20 peserta. Kegiatan ini juga berlangsung bersamaan dengan pelatihan pelatih open water swimming level internasional, saat Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang internasional yang diselenggarakan oleh World Aquatics. Indonesia juga mengirimkan dua peserta dalam pelatihan tersebut.

Masih di Bali, Kemenpora menggelar Pelatihan Pelatih Bulutangkis Level Nasional Wilayah Tengah pada 18–23 Agustus. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

Untuk perangkat pertandingan, Pelatihan Wasit Futsal Level Internasional digelar di Serpong pada 30 Agustus–4 September dengan 60 peserta. Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari FIFA, di antaranya Badrul Hisham Bin Kalam dan Daniel Wong.

Kemenpora juga memberikan perhatian pada kebutuhan tenaga olahraga disabilitas. Pelatihan Pelatih Para Boccia Level Nasional digelar di Solo pada 14–19 September dengan 41 peserta. Pelatihan ini merupakan pelatihan yang baru pertama kali dilakukan.

Kemenpora berinisiatif untuk fokus melaksanakan pelatihan khusus kecabangan olahraga para, khususnya untuk 10 cabang olahraga para yang ada di DBON. Inisiatif ini disambut baik oleh NPC Indonesia sehingga pelatihan dengan kurikulum kekhususan cabang olahraga para dapat berjalan. Diharapkan cabang olahraga para unggulan lainnya juga dapat diberikan pelatihan dan sertifikasinya. Saat ini, peserta memasuki tahap penugasan selama tiga bulan.

Sementara itu, Pelatihan Wasit Bulutangkis Nasional berlangsung di Surabaya pada 15–20 September dengan 30 peserta yang memasuki tahap penugasan.

Selain FIBA dan FIFA, kegiatan pelatihan level internasional Kemenpora juga melibatkan narasumber dari World Aquatics, di antaranya Gary Tan dan Melani Tantrum. Untuk agenda pelatihan ASCA Internasional yang dijadwalkan pada Oktober di Jakarta, narasumber dari ASCA, Mr. Greek, juga akan hadir.

Program pengembangan tenaga olahraga masih berlanjut hingga akhir tahun. Pada Oktober, Kemenpora menjadwalkan Pelatihan Pelatih Sepeda Level Nasional di Jakarta pada 12–17 Oktober dengan 40 peserta.

Selain itu, Pelatihan ASCA Internasional di Jakarta dijadwalkan diikuti 25 peserta, serta Pelatihan Pelatih Pencak Silat Level Nasional pada 26–30 Oktober.

Jika seluruh agenda berjalan sesuai rencana, sepanjang 2026 Kemenpora akan menyelenggarakan 19 agenda dengan total 679 peserta. Untuk agenda Oktober, pendaftaran peserta masih terbuka melalui situs web Kemenpora pada kanal SITENOR.

Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelatih dan wasit, tetapi juga menyiapkan classifier serta tenaga pendukung yang sesuai dengan standar federasi olahraga nasional dan internasional.

Kemenpora juga terus memperluas kerja sama dengan federasi olahraga, meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan, serta memperbarui data tenaga olahraga melalui SITENOR.

Melalui program tersebut, Kemenpora mendorong tersedianya tenaga olahraga yang profesional, kompeten, dan memiliki standar yang sesuai dengan kebutuhan pembinaan olahraga prestasi atlet Indonesia di dunia.

Kemenpora berharap penguatan kompetensi tenaga olahraga prestasi ini dapat mendukung lahirnya pelatih, wasit, classifier, dan tenaga pendukung yang memenuhi standar federasi sehingga proses pembinaan atlet dapat berlangsung lebih sistematis, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan peningkatan prestasi olahraga nasional maupun internasional.(Red)

Rekomendasi untuk Dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majalah Republik