Nasional

Kemenko PMK Dorong Alumni Beasiswa Jadi Penggerak Pembangunan Nasional

KEMENKO PMK ,– Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan jejaring alumni beasiswa sebagai bagian dari strategi mengoptimalkan talenta Indonesia untuk pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Plt. Asisten Deputi Riset, Teknologi, dan Kemitraan Industri Kemenko PMK Ahmad Saufi, mewakili Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengorkestrasi Talenta Indonesia untuk Pembangunan Berdampak melalui Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa dan Kolaborasi Strategis” di Kantor Katadata, Jakarta, pada Rabu (30/9/2026).

FGD yang merupakan kolaborasi antara Kemenko PMK, Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia, dan Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI) ini membahas penguatan ekosistem talenta melalui pemetaan potensi alumni dan kolaborasi lintas sektor.

Ahmad Saufi menegaskan, tantangan Indonesia tidak hanya mencetak talenta, tetapi juga memastikan talenta dapat terhubung dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.

“Kita ingin agar talenta Indonesia tidak hanya menjadi penerima manfaat dari program beasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan pembangunan melalui kontribusi pengetahuan, jejaring, inovasi, dan kolaborasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong transformasi dari brain drain menuju brain gain dan brain circulation, dengan menjadikan alumni yang memiliki pengalaman pendidikan dan profesional di dalam maupun luar negeri sebagai aset strategis bagi pembangunan.

- advertisement -

Senada dengan hal tersebut, Sr. VP Corporate Strategy & Operation Katadata Indonesia Yenny Bachtiar menilai diperlukan mekanisme yang lebih terstruktur untuk memetakan dan menghubungkan kompetensi serta jejaring alumni dengan kebutuhan pembangunan. Penguatan data dan tata kelola dinilai menjadi fondasi penting untuk memperluas kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan.

Sementara itu, Resident Director FES Indonesia Brigitte Juchems mendorong penguatan jejaring alumni dan riset perguruan tinggi untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya pemetaan keunggulan riset di bidang strategis, seperti ekonomi hijau, transisi energi, manajemen bencana, dan digitalisasi, serta pengembangan platform kolaborasi alumni beasiswa nasional dan internasional.

Melalui penguatan jejaring, data, dan kolaborasi lintas sektor, alumni beasiswa diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem talenta nasional yang mampu memperkuat pertukaran pengetahuan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.(Red)

Rekomendasi untuk Dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majalah Republik