Advertorial

Perbaikan 220 Titik Jalan Dikebut, Pemkab Tangerang Pastikan Akses Ekonomi Warga Kian Lancar

Kabupaten Tangerang, – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Sedikitnya 220 titik jalan menjadi sasaran program ini sebagai upaya memperlancar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Langkah tersebut dinilai krusial, mengingat banyak ruas jalan yang selama ini menjadi jalur utama distribusi barang dan jasa mengalami kerusakan. Dengan perbaikan yang dilakukan secara bertahap, pemerintah daerah menargetkan akses antarwilayah menjadi lebih optimal dan efisien.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan bahwa penanganan jalan tidak hanya bersifat tambal sulam, melainkan diarahkan pada perbaikan permanen agar lebih kuat dan tahan lama.

“Fokus kami bukan sekadar memperbaiki, tetapi memastikan kualitas jalan yang dibangun bisa bertahan dalam jangka panjang dan mendukung aktivitas masyarakat secara maksimal,” ujarnya.

Sejumlah ruas strategis yang saat ini tengah ditangani antara lain Jalan Pakuhaji–Sepatan dan Jalan Cituis–Jati Gintung. Kedua ruas tersebut memiliki peran vital sebagai jalur penghubung kawasan permukiman dan sentra aktivitas ekonomi warga.

Perbaikan dilakukan dengan memperhatikan standar teknis, termasuk lebar jalan hingga 7 meter pada titik tertentu, guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

- advertisement -

Selain itu, DBMSDA juga tengah menyiapkan peningkatan di sejumlah ruas lain seperti Jalan Cikupa–Pasar Kemis, Jalan Pejamuran Ceplak, dan Jalan Cangkudu Cisoka yang kini memasuki tahap tender.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Infrastruktur yang baik akan mempercepat pergerakan orang dan barang, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat bisa tumbuh lebih cepat dan merata,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan seluruh proses perbaikan dapat rampung dalam waktu empat hingga lima bulan. Selama pengerjaan berlangsung, pembatasan kendaraan bertonase besar diberlakukan untuk menjaga kualitas konstruksi jalan.

Melalui program ini, Pemkab Tangerang berharap dapat menghadirkan jaringan jalan yang lebih andal, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Adv)

Rekomendasi untuk Dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majalah Republik