Kolaborasi Pemkab Serang dan Polda Banten, Jembatan Layak untuk Warga Cisaat Segera Terwujud

Serang – Warga Kampung Cisaat Mts, Desa Cisaat, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, segera memiliki jembatan layak yang aman dan nyaman melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Infrastruktur sepanjang 15 meter dengan lebar 1,5 meter ini akan menggantikan jembatan bambu yang selama puluhan tahun sudah tidak layak digunakan.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan bahwa pembangunan tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.
“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Serang, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Banten beserta jajaran yang telah menginisiasi pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini. Ini merupakan wujud nyata pembangunan dari desa untuk pemerataan dan pengentasan kemiskinan,” ujar Ratu Zakiyah saat menghadiri ground breaking, Jumat (24/4/2026).
Ia menilai, kehadiran jembatan tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan aksesibilitas masyarakat, baik untuk aktivitas pendidikan, keagamaan, maupun layanan publik.
“Dengan adanya jembatan yang layak, masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup warga Desa Cisaat,” jelasnya.
Ratu Zakiyah juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah masih menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan. Untuk Kecamatan Padarincang, Pemkab Serang telah mengalokasikan sekitar Rp4,8 miliar untuk pembangunan dua jembatan dan beberapa ruas jalan desa.
“Namun anggaran tersebut belum mampu mengakomodir seluruh kebutuhan. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat, sekaligus mendorong kepedulian berbagai pihak terhadap pembangunan sosial.
“Kegiatan ini merupakan inisiasi untuk mengajak para dermawan, industri, perbankan, dan pihak lainnya agar turut peduli terhadap kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan jembatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi alasan pentingnya keterlibatan berbagai elemen dalam pembangunan.
“Pemerintah memang memiliki anggaran, namun sangat terbatas setiap tahunnya. Karena itu, kami menginisiasi dan memfasilitasi agar pembangunan seperti ini bisa berjalan melalui kolaborasi,” ungkapnya.
Kapolda Hengki juga mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pembangunan jembatan tersebut, yang dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar warga.
“Polri akan terus hadir untuk menindaklanjuti program pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial lainnya demi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Selain pembangunan jembatan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman ratusan pohon sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Asri, yang menjadi komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Serang. (Adv)







