PP-PMI Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Dirlantas Polda Bengkulu

JAKARTA, majalahrepublik.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Pusat Perkumpulan Mahasiswa Indonesia (PP-PMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Senin, 20 Juli 2026. Mereka mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi dan mengganti Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Mochammad Hasan karena rekam jejak pelecehan seksual yang pernah di lakukan olehnya .
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan bergantian menyampaikan orasi. Mereka menilai pengangkatan pejabat yang sebelumnya pernah menjadi sorotan dalam perkara etik berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Ketua Umum PP-PMI, Ali Moma, mempertanyakan kebijakan promosi jabatan tersebut. Menurut dia, pejabat yang menduduki posisi strategis semestinya memiliki rekam jejak yang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Bagaimana bisa seseorang yang pernah terseret persoalan pelecehan seksual dan menjalani sanksi etik justru dipercaya menduduki jabatan yang sangat strategis sebagai Dirlantas. Polri seharusnya menjadikan integritas dan moralitas sebagai pertimbangan utama dalam setiap promosi jabatan,” kata Ali Moma dalam orasinya.
Ali menilai, promosi jabatan di lingkungan kepolisian harus mengedepankan prinsip merit dan akuntabilitas. Menurut dia, setiap keputusan yang berkaitan dengan penempatan pejabat tinggi perlu mempertimbangkan rekam jejak etik agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Di akhir orasinya, Ali memberikan ultimatum kepada pimpinan Polri. Ia menyatakan PP-PMI akan kembali menggelar aksi apabila tuntutan mereka tidak direspons.
“Jika tidak ada langkah konkret dari Kapolri untuk memerintahkan Asisten SDM Polri melakukan pergantian Dirlantas Polda Bengkulu, kami akan kembali pada Selasa, 28 Juli 2026, dengan jumlah massa yang jauh lebih besar. Kami juga akan mengajak organisasi-organisasi mahasiswa lainnya untuk bersama-sama menduduki Mabes Polri hingga tuntutan kami mendapat respons,” ujar Ali.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian tampak mahasiswa PP-PMI menginginkan menggelar solat magrib berjamaah di depan mabes polri, namun polisi menghimbau untuk membubarkan diri. (Red)







