Stop Lindungi Koruptor! JMI Tekan Kejagung Segera Sikat Dugaan Skandal di BGN

JAKARTA, majalahrepublik.com – Tekanan publik terhadap dugaan praktik korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) kian mengeras. Jaringan Muda Indonesia (JMI) turun langsung ke jalan, menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kantor BGN, Kamis (30/4/2026), dengan satu tuntutan tegas: usut dan tindak tanpa pandang bulu.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. JMI datang dengan membawa dokumen kajian investigatif yang mereka tuangkan dalam buku berjudul “Gurita Korupsi Sonny Sanjaya & Dadan Hindayana di BGN”. Buku tersebut diserahkan langsung sebagai bentuk laporan terbuka kepada aparat penegak hukum.
Dalam kajian itu, JMI mengurai dugaan peran Sonny Sanjaya dan Dadan Hindayana dalam sejumlah kebijakan dan aktivitas di lingkungan BGN yang dinilai sarat penyimpangan. Tidak hanya berhenti pada indikasi maladministrasi, temuan tersebut juga disebut mengarah pada potensi kerugian negara dalam skala besar.
Di hadapan massa aksi dan aparat, perwakilan JMI menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk perlawanan terhadap praktik korupsi yang dinilai semakin berani dan sistematis.
“Kami datang membawa data, bukan sekadar opini. Buku ini adalah hasil kajian serius yang mengungkap bagaimana dugaan praktik korupsi itu terjadi dan siapa saja yang berperan di dalamnya. Kami meminta Kejaksaan Agung untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas,” tegas salah satu orator.
Tak hanya menekan Kejaksaan Agung, JMI juga menyasar internal BGN. Buku tersebut turut diserahkan kepada Inspektur Utama sebagai sinyal keras agar audit menyeluruh segera dilakukan. Bagi JMI, tidak boleh ada ruang aman bagi penyalahgunaan wewenang di lembaga negara.
Mereka menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen mengawal transparansi dan akuntabilitas. Jika laporan ini diabaikan, JMI memastikan tekanan akan diperbesar.
“Negara tidak boleh kalah oleh praktik korupsi. Jika temuan ini diabaikan, maka itu menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan tindakan nyata,” tegas JMI.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Namun pesan yang dibawa JMI jelas dan keras: aparat penegak hukum tidak boleh lagi menunda. Publik menunggu keberanian negara untuk bertindak. (Red)







